Rabu, 23 Juni 2010

Anak Jalanan, Potret Buram Indonesia


Liputan6.com, Jakarta: Berkeliaran di jalan. Tanpa aturan. Inilah potret sebagian anak Indonesia. Mereka tidak seharusnya di
jalan. Tapi, semua terpaksa dilakukan. Mengais rezeki, sesuatu yang seharusnya tak menjadi tanggung jawab mereka. Kemiskinan memang menjadi faktor utama yang mendorong para orangtua tega melepaskan anaknya jadi pekerja di jalanan.

"Cukup banyak orang miskin yang berpendapat dengan memperkejakan anak di jalan, itu mendapatkan sumber tambahan baru," kata Adrianus Meliala, Kriminolog Universitas Indonesia, di Jakarta, Sabtu (16/1).

Bahaya yang mengintai anak di jalanan sebenarnya sangat besar. Salah satunya adalah intimidasi dan kekerasan dari orang-orang yang jauh lebih dewasa. Bahkan, kemungkinan untuk mengalami tindakan pelecehan seksual, sepert sodomi yang bisa berujung pada kematian. "Dengan anak berada di jalan, sebenarnya anak terekspos dengan bahaya," ucap Adrianus.

Nasib anak-anak Indonesia tampaknya masih terus terpinggirkan. Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat jumlah anak jalanan terus meningkat. Data Departemen Sosial menunjukkan hampir empat juta anak Indonesia telantar, 160 ribu di antaranya hidup di jalan.(BOG)

5 komentar:

  1. Wah...potret yang ironis memang di tengah gemilau gedung bertingkat kota besar. tetap semangat saja dan puny mimpi untuk jauh lebih baik lagi.

    BalasHapus
  2. kontras banget dengan iklan Agung Podomoro Group...harusnya mereka membangun sebuah kompleks perumahan dan diberikan gratis pada anak jalanan..sebagai kontribusi amalan menuju akhirat..

    BalasHapus
  3. Sebetulnya ini tanggung jawab siapa ya..??
    Apa ini juga terjadi di negara2 lain yang sebenarnya kaya dengan sgala sumber daya..??

    BalasHapus
  4. mengapa ya anak jalanan gak segera dibenahi dan diberi ketrampilan yang bisa membantu mereka hidup lebih layak...

    BalasHapus
  5. ditunggu knjungn balik n comentnya diartikel sy negeri elok nan enak dipandang...

    BalasHapus